Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Monday, June 3, 2013

Malaria, penyakit yang paling ditakuti seorang ibu


Eta (6 tahun) dan ibunya, Deborah
© UNICEF Indonesia / 2013 / Rob Patmore
Tidak ada perasaan yang lebih sedih bagi seorang ibu daripada berpikir bahwa ia akan kehilangan anaknya.  Namun, di Sumba, salah satu pulau di Indonesia di Nusa Tenggara Timur, terlalu banyak ibu telah menyaksikan anak-anak mereka meninggal  dunia akibat malaria. Malaria terinfeksi melalui gigitan nyamuk yang endemik di pulau Sumba.

Deborah mengerti perasaan ini. Putrinya, Eta, pernah mengalami demam tinggi sampai ia gemetar. "Saya pikir dia akan mati," Deborah ingat bagaimana takutnya ia malam itu.

Eta dibawa ke Puskesmas terdekat dan diambil darahnya untuk di tes. Hasil tes menyatakan ia terkena malaria, dan salah satu jenis yang paling berbahaya.

"Dokter mengatakan itu adalah malaria falciparum," tambah Deborah. Jenis malaria yang menyerang otak, yang menjelaskan mengapa Eta menderita demam yang parah. Dokter pun segera memberikan tablet anti-malaria untuk merawat Eta. Obat ini disebut Artemisinin Combination Therapy atau ACT. Jika diminum sesuai anjuran hingga habis, obat ini dapat membuat ia kembali sehat.

Setelah masa pengobatan selesai, Eta dibawa kembali ke Puskesmas untuk mengambil tes lagi.  Hasil tes ini membuat Deborah sangat bahagia. Parasit malaria sudah tidak ada lagi di tubuh Eta.

Eta saat melakukan tes darah untuk yang kedua kalinya.
© UNICEF Indonesia / 2013 / Iwan Hasan
Cerita ini terlalu umum bagi banyak ibu di Sumba dan pulau-pulau lainnya di Indonesia bagian Timur. Walau kasus malaria telah berkurang lima puluh persen dalam sepuluh tahun terakhir, masih ada 300.000 orang yang terinfeksi malaria setiap tahun, dan  4.000 diantaranya berakibat fatal. Sebagian besar kasus terjadi di provinsi Timur Indonesia seperti Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Pemeriksaan parasit malaria
© UNICEF Indonesia / 2013 / Iwan Hasan
100.000 kasus malaria tesebut terjadi di kalangan anak-anak. Malaria juga memiliki efek yang serius pada ibu hamil. Ketika seorang ibu hamil terinfeksi malaria, bayi dalam rahimnya juga bisa dalam bahaya karena dapat membuat sang ibu mengalami anemia.

UNICEF dan para mitranya terus melakukan upaya yang serius dalam pemberantasan malaria di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan memastikan tersedianya kelambu berinsektisida di daerah endemik malaria untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil dari gigitan nyamuk.

Terapi obat seperti ACT juga sangat penting dalam memerangi malaria. Selain mencegah kematian hal ini juga bisa menghentikan penularan lebih lanjut dari parasit malaria. UNICEF juga terus mendukung pemerintah untuk memastikan adanya sumber daya yang cukup untuk dialokasikan kepada obat ACT agar tersedia di setiap puskesmas di daerah endemik.

Semua upaya ini dilakukan agar tidak ada lagi ibu seperti Deborah atau anak seperti Eta yang harus menderita karena malaria. Anda pun bisa turut berperan serta dalam menjadikan Indonesia bebas malaria melaluiwww.dukungunicef.org !

Kembali ke desa tradisional mereka setelah menerima kabar baik.
© UNICEF Indonesia / 2013 / Andrew Clark
Kini Eta dapat kembali bermain bersama teman-temannya di pantai.
© UNICEF Indonesia / 2013 / Andrew Clark

Wednesday, May 8, 2013

Cara Hilangkan Bau Kaki




Kaki yang bau mungkin satu hal permasalahan yang tidak bisa dihindari oleh semua orang. bau kaki bisa disebabkan oleh sepatu yang sduah usang atau kaki yang sering mengeluarkan keringat.

Bau kaki bisa disebabkan beberapa hal, seperti jarang mengistirahatkan sepatu, jarang mencuci sepatu atau dari kaki kita sendiri yang sering berkeringat sehingga menyebabkan kondisi yang lembab dan cepat berbau saat kita mengenakan sepatu
Tentu saja kondisi kaki bau ini pasti membuat kamu kurang nyaman dan tidak percaya diri. Tapi tenang saja, kami akan memberikan tips bagaimana menghilangkan bau kaki, simak point-point berikut ini :
1. Istirahatkan Kaki dan Beri Udara
Sering-seringlah mengistirahatkan kaki kamu, copotlah sepatu kamu pada saat-saat tertentu. Alternatofnya gunakan sandal agar kakimu tidak terus tertutup dan mendapatkan cukup udara.

Ketahui Penyakit melalui Warna Urine




SAAT buang air kecil, apakah Anda pernah memperhatikan apa warna air seni atau urine Anda? Meski pada umumnya urine berwarna kuning, ada tingkat warna lho bisa dijadikan indikator kesehatan tubuh kita lho.

Adapun urine bukanlah sekadar produk limbah dari tubuh. Urine atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi.

Urine disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra. Selama proses tersebut, warna urine yang keluar melalui uretra kita pun bisa bermacam-macam. Urine merupakan produk limbah dari tubuh yang tidak mengandung racun. Urine mengandung 95 persen air, 2,5 persen urea, dan 2,5 persen merupakan peleburan hormon, enzim, garam dan mineral.

Warna urine normal biasanya kuning bercahaya karena merupakan hasil ekskresi (pengeluaran) pigmen yang ditemukan dalam darah yang disebut urochrome. Tapi urine bisa berubah warna, sesuai dengan makanan atau penyakit yang diderita seseorang.

Maka itulah, berbagai tes kesehatan dilakukan dengan memanfaatkan urine. Bahkan warna urine dapat dijadikan indikator kesehatan.

a. Jernih atau tidak berwarna
Ini berarti anda mungkin terlalu banyak meminum cairan. Terlalu banyak minum juga bisa membahayakan tubuh. Minumlah air sesuai dengan berat badan Anda. Warna ini juga bisa mengindikasikan adanya gangguan hati, seperti hepatitis virus akut atau sirosis. Namun, ini biasanya ditandai dengan gejala lain seperti menguning, kulit kuning, mual, muntah, demam, dan kelelahan.

b. Kuning cerah atau neon
Bila urine Anda berwarna demikian, ini bisa berarti suplemen vitamin yang Anda minum terlalu berlebihan atau tidak diserap oleh tubuh.

c. Kuning gelap atau emas
Ini bisa menandakan tubuh Anda mengalami dehidrasi. Perbanyaklah minum, tapi sesuaikan dengan berat badan Anda, jangan sampai minum berlebihan.

d. Merah muda atau merah
Urine yang berwarna merah menandakan adanya darah dari ginjal atau infeksi kandung kemih. Jika Anda mengalami sakit di punggung atau perut bagian bawah, urgensi kemih, dan merasa seperti demam, segeralah konsultasikan ke dokter. Atau, bisa juga karena memakan makanan berwarna merah atau merah muda terlalu banyak, seperti bit, beri, atau pewarna makanan. Warna ini bisa juga muncul sebagai akibat efek samping dari beberapa obat pencahar.